Wednesday, August 3, 2011

senyum la wahai kawan-kawan
















Saat para pendahulu kita, di zaman purbakala dahulu, merasa ada sesuatu yang mendekati mereka, mereka selalu berpikir bahwa itu adalah musuh dan mulai melakukan gerakan pertahanan.

Lalu, saat tiba-tiba mereka bertemu, mereka akan menunjukkan taring giginya dan mulai menerkam.

Kalau mereka sadar yang ditemuinya ternyata bukanlah musuh, mereka akan menghentikan terkaman. Tetapi, tentunya tidak ada waktu untuk menyembunyikan taring giginya.

Dalam rangka menutupi seringai-annya itu, menunjukkan bahwa mereka bukanlah musuh, akhirnya mereka tersenyum ....

Begitulah asal mulanya senyum.

Sebenarnya, senyum dengan ikhlas atau natural itu sangatlah sulit.

Saat orang-orang menemukan sesuatu yang membuat mereka berpikir, "Oh! saya mau senyum ...", bagian depan otak kita, area yang berhubungan dengan emosi, akan memberikan perintah dan mempengaruhi kontrol +/- 50 otot wajah, sehingga senyum natural akan keluar.

Biasanya, senyum terjadi karena kita dengan sadar atau sengaja memang membuat senyuman itu. Pusat motorik pada otak kita akan memberikan perintah, "SENYUM SEKARANG !!!", untuk memaksakan otot wajah kita tersenyum.

Walhasil, senyum yang terjadi bakalan kaku dan terlihat canggung.
Yaa .. apapun yang dipaksakan bakalan terlihat aneh.

Jadi .. macam mane hendak senyum secara semulajadi ???

Cubalah untuk tidak memikirkan untuk senyum dengan sengaja ... biarlah otak depan yang menyuruh kita untuk tersenyum ...

boleh x??

















p/s.....tgk tu kambing pn senyum tau hehehehe









No comments:

Post a Comment